Rabu, 10 Oktober 2012

SOSIOLOGI Tokoh tokoh yang mengemukakan ilmu Sosiologi


    Kemarin gue dapet tugas dari guru Sosiologi gue buat nyari tokoh tokoh yang mengemukakan ilmu sosiologi. Dan tau gak berapa waktunya? Cuma tiga hari. Iya tiga hari! Sabtu disuruh, Selasa udah harus ditumpuk.
    Ah dasar guru tak mengerti siswa huh-_- yaudah ini buat temen temen yang butuh, aku share yaa..
    Tokoh tokoh yang mengemukakan ilmu sosiologi antara lain :

    1.       Charles Ellwood
    mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
    2.      Gustav Ratzenhofer
    mengemukakan sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelediki dasar dan terjadinya evolusi sosial serta kemakmuran
    3.      Herbert Spencer
    mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tumbuh bangun dan kewajiban masyrakat
    4.      Emile Durkheim
    menyatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial
    5.       Max weber
    menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan tindakan social
    6.      William F.ogburn dan Meyer F.Nimkoff
    menyatakan sosiologi sebagai ilmu penelitian ilmiah terhadap interaksi sosial.
    7.      Joseph roucek dan Warren
    menyatakan sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia eli dalam kelompok.
    8.      Selo Soemardjan dan Sooelaiman  Soemardi
    mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial.
    9.      Soerjono Soekanto
    mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhan
    10.   Mayor Polak
    menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan
    11.    Hasan Shadily
    menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
    12.   August Comte
    ilmu yang terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
    13.   Karl Marx
    mengemukakan bahwa sejarah masyarakat manusia adalah sejarah perjuangan kelas.
    14.   Charles Hartoon Cooley
    mengembangkan konsep mengenai hubungan timbal balik antar individu dengan masyarakat
    15.   Pitirim Sorokin
    mengemukakan sosiologi aalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial.
    16.   L. laeyendecker
    mengemukakan sosiologi merupakan pemikiran sistematis tentang kehidupan bersama manusia sebagai gejala sosial.
    17.   John Macionis
    mengemukakan bahwa sosiologi ialah studi sistematis mengenai masyarakat manusia.Webber
    Nilai Sosial :
    A.   Prof. Dr. Notonegoro, membagi nilai menjadi tiga macam sebagai berikut.
    1)    Nilai material
    Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani/unsur fisik manusia.
    2)   Nilai vital
    Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan aktivitas.
    3)   Nilai kerohanian
    Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian manusia dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
    a)  nilai kebenaran adalah nilai yang bersum-ber pada unsur akal manusia;
    b) nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada perasaan manusia (nilai estetika);
    c)  nilai moral (kebaikan) adalah nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau kemauan (karsa dan etika);
    d) nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi, yang sifatnya mutlak dan abadi.
    B.    Robert M. Z. Lawang
    Menurut M. Z. Lawang, nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, pantas, berharga dan mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
    C.    Woods
    Menurut Woods, nilai sosial merupakan petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
    D.   C. Kluckhohn
    Menurut Kluckhohn, semua nilai kebudayaan pada dasarnya mencakup:
    a.    nilai mengenai hakikat hidup manusia;
    b.    nilai mengenai hakikat karya manusia;
    c.    nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu;
    d.    nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam;
    e.    nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.
    E.    Walter G. Everett
    Menurut Walter G. Everett, nilai dibagi menjadi lima bagian sebagai berikut.
    a)    Nilai-nilai ekonomi (economic values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistemekonomi. Hal ini berarti  nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
    b)   Nilai-nilai rekreasi (recreation values) yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang, sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
    c)    Nilai-nilai perserikatan (association values) yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
    d)   Nilai-nilai kejasmanian (body values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani seseorang.
    e)   Nilai-nilai watak (character values) nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar